Pertanyaan seputar minyak kelapa dan minyak sawit, Mana yang paling baik (part 1)

Pertanyaan seputar minyak kelapa dan minyak sawit, Mana yang paling baik (part 1)


Pertanyaan itu berasal dari sepupuku saat istri pamanku memberikan kepada kami sebotol aqua minyak kelapa. Pertanyaanya “ Mana yang paling baik minyak kelapa atau minyak goreng curah untuk digunakan menggoreng?” Selama ini kami menggunakan minyak goreng curah untuk memasak sehari-hari. Aku menjawab “Minyak goreng curah” karena menurut yang aku dengar kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa lebih tinggi dibandingkan dengan minyak sawit yang lebih dikenal dengan minyak goreng curah. Dan kandungan lemak jenuh yang tinggi tidaklah baik untuk kesehatan. Lemak jenuh menyebabkan penyakit jantung, obesitas dan meningkatkan kolestrol. Dan bau khas dari minyak kelapa yang diproses secara manual tidak begitu aku suka.


Pertanyaan sepupuku ini menggelitik rasa ingin tahuku. Dengan aktifitas newbi di dunia ngeblog yang membuat aku sering berseluncur didunia maya, aku mulai mencari informasi pada Mbah Google tentang minyak kelapa.


Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS di Media Indonesia Minggu 5 September 1999 menjelaskan memilih minyak goreng yang baik sesungguhnya dapat dilakukan secara sederhana. “Pertama, lihat kejernihannya (bukan warnanya), kedua, cium baunya apakah tengik atau tidak. Minyak goreng yang baik itu jernih dan tidak berbau tengik”. Profesor juga mengatakan“Minimnya pengetahuan para ibu tentang minyak goreng dapat menimbulkan kerugian. Mereka biasanya akan berpedoman pada iklan atau promosi yang dilakukan produsen. Padahal dalam mempromosikan produknya itu, produsen kerapkali melanggar norma dan etika bisnis.


” Aku tercengang membaca tulisan profesor ini. Saking penasaran soal minyak goreng ini aku membaca tulisan profesor ini sampai selesai. Dalam tulisan itu juga prof menjelaskan sesungguhnya, terlalu berlebihan bila kita mempermasalahkan komposisi asam lemak dari minyak goreng yang digunakan. Misalnya, disebutkan minyak goreng yang mengandung asam lemak tidak jenuh lebih baik dibandingkan minyak yang mengandung asam lemak jenuh. Dan menurut prof konsumsi asam lemak jenuh dibolehkan asal dalam jumlah yang wajar. Apalagi bila sumbernya hanya dari makanan yang digoreng dengan jumlah relatif sedikit.


Masih penasaran manakah yang paling baik antara minyak kelapa dengan minyak sawit? Simak artikel berikutnya disini.. Pertanyaan seputar minyak kelapa dan minyak sawit, Mana yang paling baik? (part 2)



Artikel Pilihan Lainnya

Artikel / Minyak Kelapa dan Minyak Sawit, Mana yang Paling Baik
Artikel / Manfaat dan Cara menggunakan Minyak Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan
Artikel / Cara Memilih Minyak Goreng Sehat dan Berkualitas