Penyakit Jantung Koroner dan Minyak Kelapa Murni Cap Bawang Berlian

Penyakit Jantung Koroner dan Minyak Kelapa Murni Cap Bawang Berlian



Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terjadi karena rusaknya dinding pembulu darah karena beberapa faktor resiko seperti radikal bebas yang terkandung dalam rokok dan polusi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok dan sebagainya.

Prof.Jansen Silalahi mengatakan, Minyak kelapa murni (VCO) yang diekstraksi secara basah, masih mengandung zat-zat yang bermanfaat, bersifat lebih protektif, menurunkan total kolesterol, trigliserida, LDL dan VLDL tetapi meningkatkan kadar HDL dibandingkan dengan minyak kelapa biasa.

Ada kaitan yang erat antara komponen dalam makanan yakni asam lemak, lemak. kolesterol, karbohidrat, dan protein dengan aterosklerosis yaitu penebalan dan penyempitan pembuluh darah atau penyakit kardiovaskular.

Akan tetapi komponen lipida terutama lemak, asam lemak dan kolesterol merupakan komponen yang paling dominan. Pada tahun 1950-an minyak kelapa dianggap bermasalah karena termasuk lemak jenuh, akan memicu aterosklerosis (bersitat aterogenik) dan berakhir dengan penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung koroner (PJK).

Karena informasi yang kurang akurat yang menuduh minyak kelapa berbahaya, beberapa negara tropis seperti Filipina. India, Srilangka dan ternasuk Indonesia, menggantikan minyak kelapa dengan minyak tak jenuh seperti minyak kedele, dan hasilnya resiko PJK meningkat dibandingkan dengan pada waktu memakai minyak kelapa.

Akan tetapi kemudian ditemukan ternyata sebaliknya, minyak kelapa justru dapat mengurangi resiko dan mencegah penyakit kardiovaskular. Namun demikian sampai saat ini masih ada kelompok masyarakat yang menghindari minyak kelapa dan produknya seperti santan di dalam makanan karena masih berpedoman kepada imformasi dari hasil penelitian lama yang belum tuntas.


Penyakit Jantung Koroner dan Minyak Kelapa Murni Cap Bawang Berlian

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah suatu penyakit dari arteri kecil dan besar yang ditandai dengan disfungsi endothelium, inflamasi vaskular, penumpukan lemak, kolesterol, kalsium, dan puing seluler di dalam intima dinding pembuluh darah yang disebut plag. Ada banyak teori untuk menjelaskan tentang terjadinya plag. Kerusakan pada endo-thelium oleh ganguan lokal dari aliran darah pada titik percabangan, bersamaan dengan berbagai faktor resiko sistemik seperti diabetes, merokok, tekanan darah tinggi dan mungkin, juga infeksi bergabung satu sama lain dalam pembentukan plag aterosklerotik. Jika penyum- batan terjadi pada pembuluh darah koroner yang mensuplai darah ke otot jantung akan menyebabkan penyakit jantung koroner, dan stroke jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah ke otak.

Kotesterol dalam darah dan jaringan berasal dari dua sumher makanan yang menyumbangkan 20-30 persen kolesterol dan sekitar 75% disintesa dalam tubuh, sehingga pengaturan kadar kolesterol dalam darah didominasi oleh sintesa dalam tubuh. Sintesa kolesterol bertambah 20 mg/kg kelebihan berat badan. Diperkirakan hahwa sepertiga dari penduduk sensitif terhadap kolesterol dalam diet, duapertiga resisten terhadap perohahan kolesterol plasma. Setiap perobahan asupan kolesterol 100 mg/100 gram akan memherikan perobahan sekitar 2,5 mg/100 ml plasma kolesterol. Akan tetapi penurunan 1 persen asupan asam lemak jenuh akan menurunkan kolesterol plasma sebanyak 3mg/100 ml.

Komponen lipida termasuk kolesterol diangkut dalam sistim sirkulasi dalam beberapa bentuk misel lipoprotein yakni very low density lipoprotein yakni very low density lipoprotein (VL DL), high density lipoprotein (HDL), lipoprotein (a) dan berbagai misel yang lainnya.

Walaupun mekanismenya belum .jelas, orang yang menderita penyakit kardiovaskular awal selalu memperlihatkan ciri-ciri berikut, (1) kadar LDL, yang tinggi dan disebut kolesterol jahat (2) kadar kolesterol dan trig-liserida yang tinggi terutama VLDL (3) penurunan kadar HDL yang disebut kolesterol baik. Indikator yang lebih akurat adalah rasio LDL/HDL yaitu jika rasio ini diatas angka 4 (empat) resiko PJK meningkat. Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit kardiovaskular ialah dengan menurunkan LDL dan menaikkan kadar HDL.


Penyakit Jantung Koroner dan Minyak Kelapa Murni Cap Bawang Berlian

Minyak Kelapa

Minyak kelapa adalah salah satu lemak nabati yang diperoleh dari buah kelapa. Dikenal dua jenis minyak kelapa minyak kelapa biasa atau minyak kelapa yang digunakan untuk menggoreng dan minyak kelapa murni yang dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO). Minyak kelapa biasa diperoleh dari kopra dengan cara pemanasan dan pemurnian dengan bahan kimia. sedangkan VCO diperoleh dari buah kelapa segar tanpa proses pemanasan. Komposisi asam lemak VCO dan minyak kelapa biasa tidak berbeda. Akan tetapi, VCO, karena dibuat dengan tanpa pemanasan, masih mengandung atioksidan alami dan zat lainnya sehingga sedikit berbeda dengan minyak kelapa biasa. Maka VCO biasanya tidak digunakan untuk menggoreng tetapi langsung diminum sehagai makanan fungsional/makanan kesehatan.

Secara kimiawi minyak dan lemak adalah senyawa triasilgliserol (TAG) atau trigliserida (TG) yakni triester dari gliserol dan tiga asam lemak. Nilai gizi dari suatu lemak ditentukan oleh komposisi asam lemak dan posisinya di dalam struktur molekul lemak.


Jika ada dua minyak memiliki komposisi asam lemak yang sama tidak berarti sifat keduanya sarna karena masih ditentukan posisi asam lemak di dalam struktur molekul lemaknya. Minyak kelapa sangat berbeda dengan minyak nabati pada umumnya, kecuali dengan minyak inti sawit (palm kernel oil=PKO) yang jarang digunakan dalam makanan sehari-hari harus dicatat PKO bukan minyak kelapa sawit. PKO dan minyak kelapa mempunyai komposisi asam lemak yang sama yakni asam lemak rantai pendek dan sedang yang.jenuh, disebut Medium Chain Triglycerides (MCT), tetapi belum tentu sifat kedua minyak ini sama. Minyak lainnya terdiri dari asam lemak rantai panjang yang disebut Long Chain Triglycerides (LCT).Karena perbedaan ini maka metabolisme dari MCT dan LCT akan berbeda. Perbedaan tersebut berdampak pada sifat aterobenik serta aktivitas fisiologis dalam tubuh tergantung pada komposisi dan posisi asam lemak didalam molekul lemak.

Minyak kelapa yang termasuk MCT, sedangkan lemak lainnya pada umumnya mengandung asam lemak rantai panjang (LCT). Minyak kelaya (MCT) mengalami proses pencernaan yang berbeda dengan LCT dalam tubuh. Metabolisme minyak kelapa dengan kandungan asam lemak rantai sedang dan pendek akan lebih mudah dan cepat dicerna, berbeda dengan minyak lainnya. Berdasarkan metabolisme yang demikian ini minyak kelapa berkhasiat dan bersifat protektif terhadap resiko penyakit jantung koroner.


Penyakit Jantung Koroner dan Minyak Kelapa Murni Cap Bawang Berlian

Melindungi Jantung

Ancel Keys sekitar 1953-1957, mencetuskan anti lernak jenuh, secara berturut-turut menyatakan bahwa semua lemak baik dari hewan dan nabati tidak berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap resiko PJK lemak jenuh menaikkan kolesterol sedangkan asam lemak tak jenuh ganda, rnisalnya minyak kedele, menurunkan kolesterol LDL. Minyak kelapa termasuk lemak jenuh, disinyalir akan menaikkan kolesterol jahat LDL, akan meningkatkan resiko PJK tanpa menyadari bahwa minyak kelapa berbeda dengan minyak jenuh lainnya.

Minyak kelapa memang benar adalah lemak jenuh, tetapi asam lemak jenuh di dalamnya terdiri dari asam lemak jenuh rantai sedang lebih dari 80 persen (MCT), asam lemak rantai pendek sekitar 10 persen, dan hanya sedikit asam lemak jenuh rantai panjang seperti asam palmitat (5 persen) yang bersifat aterogenik. Minyak kelapa yang termasuk MCT di dalam mulut dan lambung akan diuraikan dengan cepat rnenjadi asam lemak rantai pendek dan sedang. Asam lemak rantai pendek dan sedang tidak bersifat aterogenik, karena dengan cepat dicerna dan diserap melalui vena porta ke hati dan segera dioksidasi menjadi energi.


Akan tetapi asam lemak rantai panjang dalam minyak lainnya (LCT) lebih sulit dicerna, harus melalui emufsifikasi di dalam usus halus kemudian diuraikan menjadi asam lemak bebas sebelum diserap, sesudah diserap, di dalam sel-sel dinding usus diubah menjadi lemak kembali dan kemudian melalui kelenjar limpha memasuki sirkulasi darah, menaikkan LDL, dan akhirnya dapat membentuk endapan di berbagai organ termasuk pembuluh darah.

Sebaliknya, minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diserap dan cepat dimetaboliser di hati, tidak berada dalam sirkulasi darah, Jadi minyak kelapa hampir tidak akan diubah menjadi lemak di dalarn tubuh dan tidak menaikkan trigliserida darah, tidak menyebabkan endapan jaringan lemak pada arteri. Sebaliknya keunggulan minyak kelapa adalah kemampuan meningkatkan kolesterol baik HDL, tidak menaikkan kolesterol jahat LDL, sehingga rasio LDL/HDL menurun, mengarah kepada yang menguntungkan dan berarti dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner.

Disamping itu, minyak kelapa, karena minyak jenuh, bersifat relatif stabil, menghasilkan sangat sedikit radikal bebas di dalam tubuh dibandingkan dengan minyak lainnya, khususnya minyak yang tak jenuh.

Minyak kelapa murni (VCO) yang diekstraksi secara basah, masih mengandung zat-zat yang bermanfaat, bersifat lebih protektif, menurunkan total kolesterol, trigliserida, LDL dan VLDL tetapi meningkatkan kadar HDL dibandingkan dengan minyak kelapa biasa. VCO memiliki aktititas antioksidan karena masih mengandung turunan fenol.

Jadi minyak kelapa mempunyai beberapa keunggulan yaitu , tidak menaikkan kolesterol jahat LDL tetapi menaikkan kolesterol baik HDL, hanya sedikit menjadi radikal bebas di dalam tubuh, mudah dan cepat dicerna serta langsung dioksidasi di hati, tidak akan disimpan atau ditimbun di dalam tubuh, yang berarti rnengurangi resiko PJK.



Artikel Pilihan Lainnya

Artikel / Manfaat Minyak Goreng Kelapa / Minyak Goreng Kelapa
Artikel / Manfaat Minyak Kelapa / Minyak Goreng Kelapa
Artikel / Cara Membuat Handcrub dengan Menggunakan Minyak Kelapa